Sunyi

Aku menyendiri
Karena aku menyukai sepi

Aku memilih sepi
Karena diriku memang canggung dalam bersosialisasi

Aku membungkam
Karena aku bosan bercakap dengan langit malam

Mataku memejam
Karena ku bosan melihat langit malam

Aku bosan dengan langit malam
Karena disana aku melihat ada masa depan yang kelam

-Gianyar, Bali, 28 Juni 2017, 10:22pm

post

Featured post

Kami Butuh Pemimpin yang…

Kami butuh pemimpin yang komprehensif
Bukan pemimpin yang cuma bisa mengkritik

Kami butuh pemimpin yang interaktif
Dengan seluruh cara kerjanya yang inovataif

Kami butuh pemimpin yang memiliki integritas tinggi
Bukan yang cuma bisa senyum ketika terjerat kasus korupsi

Kami tak butuh pemimpin
Yang kerjanya hanya komentar sana-sini
Tapi tak bisa memberi solusi

-Serpong, Tangerang Selatan, 22 Juli 2017, 8:43pm

Masa itu

Aku teringat dengan masa itu
Dikala kau semangat mengajariku
Tentang sastra dan puisi

Aku masih ingat masa-masa itu
Saat kau memaksaku menulis
Dan dulu ku pernah menolak permintaanmu
Dengan suara yang lirih, kau memintaku sekali lagi

“Menulislah, apa gunanya mati?”
Sesaatku tertegun
Berusaha memikirkan itu, dengan matang dan pasti
Akhirnya, aku mengikuti permintaanmu
Dan sekarang aku masih hidup

Aku hidup berkatmu
Kau memberiku kesempatan dan kuambil itu
Meski diawal ku ragu
Sekarang ku gagah dan terus melaju

Berkatmu ku telah belajar banyak
Sastra dan rasa
Hati dan puisi
Semuanya terasa terkoneksi
Yang membuatku merasa iri;
Adalah dirimu, yang bisa bertahan
Tanpa bantuan sekalipun

-Serpong, Tangerang Selatan, 22 Juli 2017, 8:33pm

Bingung(?) II

Aku bingung
Keadaan ku memburuk
Psikis yang terus terpuruk
Dan insomnia tiap kali ku ingin tidur

Aku tak tahu harus bagaimana
Apa lagi yang harus ku lakukan?
Untuk meyakinkanmu
Dan untuk memulihkan diriku

Kau adalah harapan terakhirku
Setelah orang tuaku dan teman khayalku
Tanpamu, ku bak langit malam
Gelap gulita
Tak ada cahaya

Aku hampa
Tak ada lagi yang dapat kutulis pada kertas ini
Yang mungkin kau akan membacanya di lain hari

Aku tak pernah tahu apa yang akan terjadi
Dengan masalah ini, yang telah merubah masa kini

Kesekian kalinya aku tahu
Bahwa semua ini salahku
Membuat mu trauma dan takut
Akan masalah yang dulu

Kesekian kalinya aku tahu
Bahwa memang semua ini salahku
Aku takkan pernah bisa berdamai dengan diriku
Kalau kau sama sekali tak pernah meresponku

Aku bingung harus bagaimana
Tak tahu apa yang harus ku lakukan
Kesekian kalinya
Aku bingung harus berbuat apa

-Serpong, Tangerang Selatan, 22 Juli 2017, 8:11pm

Aku bingung
Keadaan ku memburuk
Psikis yang terus terpuruk
Dan insomnia tiap kali ku ingin tidur

Empat Pilar dan Pancasila

Pancasila adalah dasar negara kita
Sayangnya sering diselewengkan dan direndahkan
Padahal itu masuk dalam empat pilar
Yang berfungsi untuk menjaga keutuhan bangsa

Pancasila dibuat sedemikian rupa
Oleh para pendahulu kita
Dengan berbagai macam cara
Untuk mencapai persatuan bangsa

Dulu, Pancasila dan empat pilar sering menyadarkan kita
Saat kita diadu domba oleh Belanda
Sekarang kita tak pernah sadar
Apa yang telah menyelamatkan kita

Pancasila dan empat pilar
Telah mengantarkan kita ke gerbang kemerdekaan indonesia

-Serpong, Tangerang Selatan, 18 Juli 2017, 7:35pm

Kau Pergi(?)

Dikala senja mengganti hari
Aku duduk di balkon dengan iri
Menyadari bahwa kau akan pergi
Dan aku harus siap berdiri sendiri

Waktu yang selama ini kita jalani
Terasa tak cukup bagi jiwa ini
Karena seluruh tragedi yang terjadi
Dan seluruh kenangan indah yang abadi

Aku masih tak bisa merelakanmu pergi
Meski waktu memaksamu untuk pergi
Untuk mengejar impianmu yang sangat tinggi
Hinga sering kau nyanyikan dalam mimpi

Mungkin jika ku memaksamu
Kau akan benci padaku
Dan jika sebaliknya
Aku yang akan benci pada diriku

Ya sudahlah, waktu akan membantuku
Dan aku akan tersenyum saat melihatmu
Pergi meninggalkan kenangan ini
Yang telah kita buat semasa ini

-Gianyar, Bali, 3 Juli 2017, 11:22am

(Tapi nyatanya waktu berkata lain
dan diriku masih menginginkanmu disini.
Disampingku, dan membawa arti dalam hidup ini.)

Kesekian Kalinya

Aku tak pernah berharap semua ini akan lesai begitu saja
Dengan kau melangkah pergi
Dan aku yang hanya berdiam diri begitu saja

kesekian kalinya aku tahu dirimu tak peduli
Dan mungkin sudah sering aku berkata begini
Kau tak peduli
Ya, sering sekali

Tapi diriku jua tak terkendali
Untuk memperbaiki segala hal yang telah ku per-rumit
Tapi untuk kesekian kali
Kau tak pernah memberiku jalur untuk mengubah semua ini
Dan sudah kesekian kali
Diriku harus membusuk dan mati di tengah lorong abadi

-Serpong, Tangerang Selatan, 15 Juli 2017, 9:23pm

Tapi untuk kesekian kali
Kau tak pernah memberiku jalur untuk mengubah semua ini

Manusia(?)

Dunia perlahan hancur karena manusia
Yang terus beradab dan berubah
Ditengah penyakit yang mewabah
Dan secara perlahan mengubah dunia

Manusia adalah makhluk yang sempurna
Tapi tampaknya mereka akan sirna
Ditelan tindakannya yang semena-mena

Manusia adalah makhluk yang rumit
Dengan seluruh standarnya, pahit
Yang kadang bikin jidat mengernyit
Karena terlalu idealis dan tidak ingat bumi-langit

Manusia adalah makhluk yang arogan
Dengan seluruh gayanya yang sok mapan
Tapi tak pernah lihat kemampuan
Yang terkadang berujung pada kematian

Katanya sih, manusia itu sempurna
Dan karena itu kita semua tinggi hati
Yang terkadang bikin kita lupa diri
Siapa sekarang yang salah, yang sini atau sana?

-Serpong, Tangerang Selatan, 10 Juli 2017, 8:55pm

Pejuang Mimpi

Di malam yang indah aku mengenang
Kejadian lama yang tak pernah terulang
Yang menusuk dalam hingga tulang

Aku disini berjalan pelan
Nafasku terengah
Melihatmu berjalan
Menjauhi diriku yang payah

Tatapanmu tajam
Dengan raut yang masam
Sebuah gestur yang pedas
Di mata pemberingas

Dengan seluruh tenaga
Ku berjalan di tengah indahnya malam
Meski sekarang kau sudah tiada
Pergi meninggalkan malam

Aku akan terus berjalan
Hanya untuk melanjutkan apa yang sudah ada
Meski terasa pelan
Aku akan terus berusaha untuk menerus yang sudah ada

-Serpong, Tangerang Selatan, 5 Juli 2017, 10:33pm

Bingung(?) / Dulu

Aku tak tahu harus menulis apa lagi
Karena dukaku terhadapmu sudah habis
Aku tahu semua itu terdengar ironi
Setelah ku menyadari bahwa kau hanyalah wanita sadis

Aku tahu kau tak peduli
Dengan masalah yang pernah kau hadapi
Dulu, dulu kau pernah berbaik hati
Tapi sekarang kau melangkah begitu saja dan pergi

Dulu, aku pernah berniat untuk membalas budimu
Tapi kau menolaknya dan memilih untuk meneruskan mimpimu

Tak apa, kalau memang itu yang engkau mau
Aku bersedia menunggu, melupakanmu dan mungkin menyapamu di lain waktu
Oya, dan tentunya aku akan berlagak sesuai dengan yang kau mau

-Serpong, Tangerang Selatan, 11 Juli 2017, 9:49pm

-Gambar diambil oleh saya sendiri

Blog di WordPress.com.

Atas ↑